Writing

Revolusi Mental Bukan Sekedar Kerja Nyata

Revolusi Mental Bukan Sekedar Kerja Nyata

Tiadalah guna ilmu setinggi langit tetapi jika tidak bisa membumi. Apalah guna kecerdasan jika tidak bisa bermanfaat untuk orang lain. Banyak contoh nilai-nilai budaya kita yang sudah tergerus habis bahkan sudah sampai tahap kritis. Dulu kita dikenal sebagai bangsa yang santun, sopan, dan ramah, sekarang? Saya tidak perlu memberi contoh kongkrit, buktikan saja sendiri saat keluar rumah.

Read More

Antara Teknologi, Kemanusiaan, Bisnis, dan Keyakinan

Antara Teknologi, Kemanusiaan, Bisnis, dan Keyakinan

Benarkah teknologi berdampak terhadap nilai-nilai kemanusiaan? Betul sekali, adanya teknologi banyak memunculkan kelompok-kelompok berbasis kemanusiaan. Lalu adakah dampak positif, tentu saja ada, melalui komunikasi di berbagai media, kopi darat, dan aktivitas sosial media menjadi cara ampuh untuk menggalang dana atau bakti sosial bagi saudara-saudara kita yang butuh uluran tangan. Aktivitas konservasi juga terjadi di banyak daerah, bahkan bisa sampai tingkat dunia.

Read More

Usaha Sekecil Apapun Tak Ada Yang Sia-Sia

Usaha Sekecil Apapun Tak Ada Yang Sia-Sia

Tulisan ini terinspirasi gara-gara tidak sengaja nonton The Apprentice Asia. Saya bahkan sempat ‘baper’ dengan statement sang juara Jonathan Yabut di akhir episode. Ia benar-benar sosok yang menginspirasi anak muda seusianya, tidak hanya bagi negaranya bahkan seluruh Asia dan dunia.

Saat penentuan di akhir episode, dua kontestan tersisa, Andrea dan Nathan memasuki boardroom. Mereka harus berusaha semaksimal mungkin meyakinkan sang pemilik Air Asia, Tony Fernandes agar mau merekrut mereka. Momen itulah yang menjadi fokus saya, khususnya argumen-argumen Jonathan Yabut yang membuat Fernandes yakin merekrutnya. Dalam salah satu statementnya Fernandes sempat menyampaikan bahwa dalam tempo singkat ia merubah keputusannya yang mungkin mengejutkan banyak orang, yaitu yang pada akhirnya harus memilih Jonathan sebagai The First Apprentice Asia.

Read More

Sholat

Sholat

Sholat. Hingar-bingar kehidupan ini tanpa kita sadari makin menjauhkan kita dengan sang pencipta kita. Logika seolah menjadi sang raja. Namun tahukah kita, takdir bisa datang tiba-tiba. Suka, duka, senang bahagia datang silih berganti, jalan hidup bisa kita rubah, namun jika takdir berkata ‘Kun Faya Kun’ tak akan ada yang bisa menghentikan dan merubahnya. Oleh karena itu saudaraku semua, sholat adalah tiang agama, kekhusukan, keikhlasan dalam menjalankan ibadah sholat adalah kunci keberhasilan kita di dunia dan akhirat, selain selalu bermunajad kepada Allah SWT dan selalu berazaskan Al-Qur’an dan Al-Haditz dalam seluruh aspek kehidupan kita. Semoga kita digolongkan dalam orang-orang yang selalu tuma’ninah dalam menjalankan ibadahnya dan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

Read More

Ketidaktahuan yang Membuat Kita Nampak Terlihat Bodoh

Ketidaktahuan yang Membuat Kita Nampak Terlihat Bodoh

Tidak tahu tetapi tidak mau mencari tahu memperlihatkan kebodohan kita. Mengapa saya mengangkat topik seperti ini. Seperti biasalah, blog pribadi memang bertujuan untuk mencurahkan perasaan saja. Intinya tulisan datang dari pikiran yang sudah tidak mampu ditampung dalam secuil otak, pada akhirnya terburai keluar melalui bentuk ketikan sederhana.

Read More

Piala Dunia 2014 Makin Atraktif dan Menarik

Piala Dunia 2014 Makin Atraktif dan Menarik

Sepakbola bagi sebagian orang mungkin terlihat membosankan. Melihat bola di oper ke sana kemari. Namun tahukah kita kalau sepakbola telah memberi banyak pelajaran bagi penonton, pemain, bahkan seluruh orang yang terlibat di sana. Kita diajarkan jujur, sabar, spirit tinggi, strategi, dan banyak pelajaran lainnya. Menurut wiki, sepakbola pertama diperkenalkan secara global tahun 1863 di dataran Inggris. Perhelatan piala dunia sudah berlangsung sejak 1930. Momen piala dunia kali sedikit berbeda. Selain berbarengan dengan bulan Ramadhan, dalam waktu dekat republik ini juga menentukan nasibnya kepada calon presiden (CAPRES) yang masih ramai diperbincangkan. Oke, saya gak mau ikutan latah membahas CAPRES yang banyak simpatisan ‘ALAY’nya. Euforia piala dunia ini memang terasa kurang ‘greget’ karena berbarengan dengan beberapa event di atas. Terlepas dari seperti apa euforia di masyarakat. Saya melihat secara kualitas dan kuantitas piala dunia tahun ini jauh lebih baik, menarik, dan atraktif. Apalagi hadirnya beberapa teknologi baru yang membantu para hakim pertandingan membuat jalannya event ini terasa lebih fair. Selain itu makin meratanya pemain-pemarin nasional di tiap negara yang hijrah ke klub-klub besar memberi warna tersendiri pada gelaran piala dunia kali ini. Tim-tim medioker yang bukan unggulan tercatat banyak merepotkan para jawara piala dunia sebelumnya. Bahkan tidak jarang yang membawa korban. Artinya, sepakbola kini makin keren, adu strategi, kualitas pemain yang merata, kiper yang brilian, serta hiburan dari para supporter memberi nuansa baru dalam perhelatan turnamen empat tahunan ini. Melihat tim-tim yang lolos hingga perempat final memang masih dihuni oleh negara langganan piala dunia. Tapi untuk melaju hingga ke babak perempat ini mereka harus berjuang ekstra keras. Seperti apa aksi tajamnya para penyerang dan penjaga gawang  dalam menggempur dan mempertahankan benteng mereka. Tunggu pertandingan menarik lainnya. Hingga perempat final negara yang lolos memang layak untuk melaju ke putaran...

Read More
Page 1 of 41234

Join With My Social Activity

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On Google PlusVisit Us On LinkedinCheck Our Feed